Ulama Besar  KH. Ahmad Suhaimi Wafat

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Amuntai – Berita duka kembali menyelimuti Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), setelah beberapa hari lalu seorang tokoh agama di kabupaten ini meninggal dunia. Kini,  Guru Besar KH. Ahmad Suhaimi bin Anci, wafat di kediamannya  pada Sabtu (28/11) sore.

Tepat berusia 79 tahun, KH Ahmad Suhaimi diriwayatkan tidak memiliki penyakit. Dan rencanakan akan dimakamkan besok, Minggu (29/11) setelah sholat Ashar di Alkah Keluarga Pakacangan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Sebelum proses pemakaman, setelah sholat Dzuhur, Jenazah dibawa ke Langgar Nurul Muttaqin di Pakacangan untuk disholatkan. Sholat Fardhu Khifayah tersebut dilaksanakan sebanyak 12 kali secara bergantian, dikarenakan orang yang hadir dalam proses pemakaman tersebut diperkirakan ratusan lebih. Dan setelah sholat Ashar proses pemakaman pun dilanjutkan.

BACA JUGA:  Syamsuri Nahkodai PMI HSS

Setelah proses pemakaman selesai, dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk almarhum  yang dipimpin oleh Dr.H.Sabberan Effendi, Mualim H.Barri, dan H.Husaini dilakukan secara bergantian.

KH. Ahmad Suhaimi, lahir di Pakacangan, Amuntai, Kamis, 2 Januari 1941 M (bertepatan dengan 3 Zulhijjah 1359 H). Beliau adalah guru para Qari terbaik. Dan karena keahlian beliau dalam seni baca al-Qur’an, beliau sering diminta untuk menjadi Dewan Hakim pada setiap pelaksanaan MTQ.

Setelah tamat dari Normal Islam Amuntai, lalu pada tahun 1961 mengikuti ujian PGA 6 tahun dan lulus, kemudian diangkat menjadi guru agama pada MI/SD. Pernah menjadi guru di SMP Negeri 1 Amuntai (1969-1976), hingga menjadi Kepala Madrasah Tsanawiyah  Normal Islam Putra (1993-2001). Sekarang beliau juga menjadi dosen STIQ Amuntai (1999-sekarang).

BACA JUGA:  Desa Bi’ih Jadi Tempat TMMD Kodim 1006/Mtp

Diantara kalam beliau:

“Karena kesibukan seringkali kita lalai terhadap kewajiban, seringkali kita anggap remeh, sepele, kita anggap sederhana. Padahal kewajiban beribadah kepada Allah adalah sesuatu yang utama dan perlu diutamakan, tidak boleh kita anggap enteng, tidak boleh kita tinggalkan”

“Tanda seseorang mensyukuri nikmat Allah yang banyak adalah dengan banyak melaksanakan shalat”

“Kekuatan yang utama bagi orang Islam yang pertama adalah kekuatan iman, kemudian fisik, setelah itu baru kekuatan  ekonomi dan yang lain-lainnya”

“Hiasilah rumah  kita dengan (bacaan) al-Qur’an, jangan dengan perabotan rumah tangga”

Reporter : Darma Setiawan

Editor : Aditya

Pos terkait