Ribuan Ojol Sambangi Gedung DPR RI, Tuntut Pelegalan Ojek Online Jadi Angkutan umum

  • Whatsapp
Ribuan Ojol Sambangi Gedung DPR RI, Tuntut Pelegalan Ojek Online Jadi Angkutan umum

Wartaniaga.com,Jakarta- Ribuan pengemudi ojek online (ojol) Jum’at (28/2) melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR-MPR RI, Jl. Jenderal Gator Subroto, Senayan, Kebayoran Baru. Peserta demo tampak terlihat memakai jaket ojol, beberapa ada yang memakai rompi berwarna hitam bertuliskan asal serikat-nya seperti dari Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah dan daerah lainnya.

Di depan Gedung DPR-MPR RI, lima orator berdiri di atas mobil komando. Sementara massa pendemo membawa bendera bertuliskan komunitas serta asal daerah mereka. Tampak pula tiga unit mobil barikade polisi bersiaga.

Tuntut Pelegalan Ojek Online

Salah satu orator mengatakan, demonstrasi kali ini merupakan bentuk upaya penolakan serikat Ojol atas tindakan Komisi 3 DPR RI yang merevisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

BACA JUGA:  Dukung HPN 2020, Menteri LHK Usulkan Pembuatan Hutan PWI

“Kita akan ke Istana mau minta legalitas payung hukum bagi ojek online. Revisi UU 22, pemerintah mendorong legislatif untuk melegalkan ojek online jadi angkutan umum,” ujar salah satu demonstran di lokasi.

Menurut salah satu demonstran, pemerintah tidak memberikan perhatian kepada para driver ojek online.

Aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 108 Tahun 2017 tetang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek pun dirasa tidak memihak para driver.

“Kami mohon lah pengakuannya, perhatian dari pemerintah kepada kami sebagai salah satu alat transportasi nasional. Kita ini kan mitra itu artinya harus saling menguntungkan,” kata salah satu demonstran kepada tim wartaniaga.com

BACA JUGA:  Bersama Memajukan UMKM di Jabar, Fintech Lumbung Dana Teken Kerjasama dengan  PT Jasa Sarana

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa mengatakan saat ini revisi masih dalam pembahasan nota akademik, namun sebagian besar anggota setuju tidak menjadikan motor sebagai angkutan umum didasari faktor keselamatan.

“Sebagian besar fraksi setuju kendaraan roda dua tidak jadi transportasi umum,” kata Nurhayati.

Sementara Jalan di sekitar lokasi demo ditutup. Hanya TransJakarta yang masih diperbolehkan melintas. Sementara kendaraan lain dialihkan ke Jalan Gelora dan Jalan Gerbang Pemuda Senayan.

Reporter/Foto : Mamay
Editor : Ricky

Pos terkait