Dengan Si Monik, Pemilik Hidroponik tidak Repot Lagi

  • Whatsapp
Si Monik

Wartaniaga.com, Pelaihari – Berawal dari ramainya budidaya tanaman semi organik dengan metode hidroponik, dua orang dosen Politeknik Tanah Laut (Politala), Arif Supriyanto S.Kom M.Cs dan Fathurrahmani, S.Kom M.Kom menciptakan Si Monik.

Si Monik sendiri merupakan kepanjangan dari Sistem Monitoring Hidroponik. Dengan alat ini tanaman hidroponik dapat dipantau secara langsung (real-time) dan online dari kejauhan.
“Hidroponik itu kan sangat bergantung sekali dengan air, dan selama ini untuk memantau kondisi hidroponik dilakukan dengan cara konvensional, dicek langsung ke lokasi setiap hari. Jadi kami mencoba bagaimana caranya agar bisa lebih efektif dan efisien.” Jelas Arif.

Saat ini Si Monik dapat memonitor beberapa informasi penting pada tanaman Hidroponik. Seperti suhu, kelembapan, nutrisi air, pH air dan level ketinggian air. Dengan terus memonitoring kondisi air, dapat dipastikan tanaman memperoleh nutrisi yang baik.
“Jadi tidak perlu lagi menggunakan alat TDS meter. Dengan Si Monik ini pemilik dapat memastikan nutrisi diberikan tepat pada banyak hidroponik sekaligus, meskipun berada di banyak lokasi berbeda” tambah Fathurrahmani.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kualitas Dosen, Uniska MoU Dengan Kampus di Fhilipina

Si Monik Dapat Memonitor Beberapa Informasi Penting Pada Tanaman Hidroponik

Si Monik telah diujicobakan pada hidroponik tanaman selada air, dan PakCoi. Menurut dua peneliti ini Si Monik juga sangat efektif memonitor pembudidayaan macam-macam jenis sayuran.

Sistem yang dikembangkan sejak awal tahun 2019 ini terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang dapat di akses melalui browser pada smartphone maupun komputer pengguna. Untuk pembuatan prototipe Si Monik, kedua Dosen Teknologi Informasi Politala ini menghabiskan modal sekitar Dua Juta Rupiah, karena masih kesulitan mendapatkan sensor yang diperlukan.

Si Monik sangat potensial digunakan pada industri skala besar hingga level penggunaan rumahan. “Rencananya kami akan terus kembangkan supaya ada kemungkinan di produksi massal dengan harga terjangkau” jelas Arif Optimis.

BACA JUGA:  Terinspirasi Asmaul Husna, ULM Ingin Ada 99 Professor

Selain itu Si Monik sendiri merupakan bagian dari proyek penelitian Internet of Things (IoT). Internet of things merupakan konsep dalam Teknologi Informasi yang memanfaatkan internet untuk menghubungkan terus menerus berbagai benda, bahkan benda mati sekalipun. Dengan IoT data yang diperlukan dari benda dapat diperoleh secara terus menerus melalui internet.

“Impian kami Si Monik dapat diupgrade hingga dapat secara otomatis berinteraksi dan mengambil keputusan bukan sekedar monitoring. Misalnya jika nutrisi pada tanaman kurang, maka akan otomatis menambahkan nutrisi, tidak perlu campur tangan manusia lagi. Dan itulah teknologi dalam revolusi industri 4.0” Jelas Fathurrahmani yang mengajar untuk jurusan D3 Sistem Informasi ini.

BACA JUGA:  Ibnu Ingin Warganya Senang Membaca Buku

Sebelumnya Si Monik juga berhasil mendapat juara 3 Kompetisi Teknologi Tepat Guna dalam Pagelaran Temu Inovator dan Pelaku Teknologi Tepat Guna yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tanah Laut.

Rencananya Si Monik akan kembali dikompetisikan kembali di tingkat Provinsi dan Nasional, sambil mencari dukungan berbagai pihak untuk dapat diproduksi secara massal.

Penulis : Muhammad Akbar
Editor : Erwand
Foto : M. Akbar

Pos terkait