Premium Langka, Warga Pilih Pertalite

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Kelangkaan premium di Banjarmasin memang sudah terjadi sejak berbulan-bulan ini. Dari pantauan wartaniaga.com hampir disetiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banjarmasin bahan bakar yang satu ini sulit ditemukan. Kalaupun ada stoknya juga sangat terbatas.

Menurut salah seorang petugas SPBU di kawasan Jalan Belitung Darat Banjarmasin, kelangakaan premium terjadi sejak beberapa minggu ini. Dalam satu hari paling banyak 10 ribu liter yang datang ke tempat ia bekerja.

Muat Lebih

“ Tidak banyak datangnya, paling 10 ribu liter per hari, itupun selalu diserbu oleh para pengecer yang antri sejak berjam-jam” ujar wanita yang tidak ingin disebutkan namanya ini.

BACA JUGA:  Gapki Kalsel Optimis Sawit Bertahan di Tengah Pandemi

Walau demikian, tambahnya masyarakat tidak khawatir karena masih ada pertalite  yang selalu tersedia meskipun harganya lebih mahal. “ Banyak masyarakat yang berpindah ke pertalite karena selalu ada walaupun harganya lebih mahal” katanya.

Sementara itu, Rahman salah seorang pembeli di SPBU jalan Achmad Yani km 5 mengungkapkan sejak sebulan lebih dirinya tidak pernah lagi membeli premium karena selalu tidak ditemukan saat mau membeli di SPBU.

“ Mau apalagi, setiap mau beli premium tikda pernah ada di SPBU, terpaksa membeli pertalite meskipun harganya lebih mahal” tutur warga jalan Pramuka Banjarmasin Timur ini.

Anehnya, ujar bapak 2 anak ini,  di eceran masih banyak yang menjual bahan bakar jenis premium sementara di SPBU selalu habis. “ Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kalau tidak beli pertalite atau pertamax tidak bisa jalan kendaraan kita” keluhnya.

BACA JUGA:  Ini Harga BBM Setelah Harga Naik Per 10 Oktober

Senada dengan Rahman, Lisa mengungkapkan memilih pertalite sebagai bahan bakar pengganti premium untuk kendaraan kesayangannya. “ Sejak awal beli sepeda motor saya memang diisi pertalite agar mesinya lebih awet” ungkapnya.

Tetapi saya juga prihatin kalau premium langka seperti ini, kasihan para supir angkot dan taksi. Mereka, kata Lisa berharap bahan bakar yang murah agar penghasilan mereka banyak.

“ Kasihan para sopir angkot, sudah persaingan yang semakin ketat dengan taksi online ditambah lagi bahan bakar yang mahal, apa yang mereka bawa pulang” ujar karyawan perusahaan costumer good ini.

Dirinya berharap, Pertamina dapat mencarikan solusinya sehingga masyarakat tidak terganggu atas kelangkaan ini. “ Meskipun ada alternative tetapikan harganya juga beda, seharusnya Pertamina mencarikan solusi terhadap kelangkaan ini” katanya.

BACA JUGA:  Kemarau Panjang, Distribusi Air PDAM Relatif Aman

Berdasarkan pantuan wartaniaga.com pada pagi tadi, Selasa ( 13/3), SPBU Belitung Darat, SPBU Hasan Basri, Kayu Tangi, SPBU Telauk Dalam  dan SPBU A.Yani km 5 tidak ditemukan bahan bakar premium. Pasokan yang terbatas dari Pertamina  sudah terjadi sejak beberapa minggu belakangan dan kalaupun ada di SPBU selalu diserbu pengecer yang membawa jerigen.

Reporter : Edi Koesmono

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Net

Pos terkait