Sistem Penyaluran Tertutup, Solusi Kelangkaan Elpiji

  • Whatsapp
Anteri : suasana pembelian elpiji 3 kg di jalan HKSN Banjarmasin

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Kelangkaan elpiji 3 kg di Banjarmasin belakang ini memang merepotkan masyarakat. Bukan saja persoalan harga yang sudah tidak wajar tetapi juga ketersedian yang tidak terpenuhi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartaniaga.com dari Pertamina,mengungkapkan kondisi ini hanya bersifat sementara karena kondisi cuaca sehingga pengiriman dari pulau jawa terkendala. Namun demikian, jika sistem penyaluran yang digunakan Pertamina masih menggunakan distribusi terbuka, maka bisa dipastikan kondisi ini bakal terulang lagi.

Muat Lebih

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin,  Esya Zain Hafizie, seharusnya elpiji 3 kg ini diperuntukan untuk masyarakat miskin atau prasejahtera bukannya untuk masyarakat umum.

BACA JUGA:  Birhasani Geram Harga Eceran Elpiji 3 kg Tembus Rp 30 Ribu

“ Berapapun jumlah elpiji yang disalurkan akan selalu kurang karena  tidak ada batas penggunanya, namun jika ini memamang untuk masyarakat prasejahtera, maka harusnya Pertamina berkoordinasi dengan Dinas Sosial karena kami memiliki datanya” ujarnya.

Sebenarnya, tambah Zain, pihak Kemensos telah melakukan koordinasi dengan Dirjen Kementerian ESDM agar memberlakukan sistem tertutup untuk pembagaian elpiji melon ini tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari Pertamina.

Lebih lanjut dirinya juga mengatakan, dengan menggunakan sistem tertutup penyalurannya mudah dikontrol baik oleh pihak berwenang atau masyarakat itu sendiri.

“ Data Dinas Sosial, ada 36 ribu masyarakat prasejahtera di Banjarmasin, sementara elpiji 3 kg yang beredar sebanyak 110 ribu, artinya terdapat kelebihan. Jika Pertamina mau menggunakan sistem  penyaluran tertutup tinggal berpagang apda data ini” beber mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin ini.

BACA JUGA:  Kontrol Inflasi, Rumah Pangan Lestari Jadi Solusi

Bahkan, katanya, jika  jumlah masyarakat prasejahtera dikali 2 dan ditambah untuk para pelaku UMKM yang ada di Banjarmasin, elpiji yang beredar masih berlebihan.

“    Bila tabung 3 kg khusus warga miskin atau Prasejahtera dikali 2 dan ditambah lagi untuk keperluan  pengusaha UMKM maksimal diperlukan hanya 75.000, maka masih lebih juga” pungkasnya.

Reporter : Edi Koesmono

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Edi Koesmono

Pos terkait