Prihatin Terhadap Pasien Atresia Billier, Ini yang Dilakukan 2 Anggota DPRD Kota Banjarmasin

  • Whatsapp
Muhammad Isnaini & Sri Nurninaningsih, anggota DPRD Kota Banjarmasin (wartaniaga.com - Foto: Didin Ariyadi)

WARTANIAGA.COM, BANJARMASIN –  Kepedulian kepada sesama dan tanggung jawab terhadap pekerjaan ditunjukan oleh 2 anggota DPRD Kota Banjamasin, Sri Nurnaningsih,SE dan Muhmmad Isnaini,SE. Seakan tak mengenal lelah, sepulang dari Jakarta mereka langsung mendatangi salah seorang masyarakat yang menderita sakit.

Meski pasien yang sakit tidak lagi tercatat sebagai warga Kota Banjarmasin, namun keseriusan untuk membantu tetap ditunjukan Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin ini. Bahkan mereka berencana akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPJS guna meringankan beban keluarga pasien.

Muat Lebih

BACA JUGA:  Guru Honorer K2 Mengadu ke Dewan

Menurut Sri Nurnaningsih, kedatangannya ke sini merupakan bentuk tanggung jawab dan keprihatinan terhadap masyarakat yang mengalami musibah. Terlebih lagi, tutur politisi Partai Demokrat ini pasiennya adalah balita yang baru berusia 6 bulan.

Dirinya juga mengungkapkan, sedianya orang tua pasien merupakan warga Banjarmasin, tetapi karena pekerjaan di Kabupaten Lamandau Kalteng sehingga catatan kependudukannya juga ikut dipindahkan.

“walaupun saat ini orang tua pasien tidak lagi tercatat sebagai warga kota Banjarmasin karena baru pindah ke Lamandau, tetapi kami tetap berupaya membantu meringankan bebannya” ujarnya kepada sejumlah wartawan, sabtu sore (5/8) di kediaman pasien kawasan jalan Ternate Banjarmasin.

Senada dengannya, Muhammad Isnaini,SE juga mengungkapkan hal yang sama, akan berupaya membantu mencarikan solusi bagi pasien.

BACA JUGA:  Kabut Mulai Selimuti Banjarmasin. Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Minta Pemko Antisipasi Ispa

“Senin kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPJS untuk menentukan langkah apa yang akan kita lakukan untuk membantu balita ini” katanya.

Dirinya berharap ada perlakuan khusus dari instansi itu guna memberikan pertolongan secepatnya. Bagi semangat kemanusian lebih penting dari sekedar catatan kependudukan.

“Ini tantangan bagi pemerintah untuk mencarikan solusinya bagaimana agar pasien ini mendapatkan pengobatan yang intesif” tuturnya.

Diinformasikan, saat ini ada balita bernama Ackmad Maulana berusia 6 bulan yang sedang mengalami penyakit pembesaran perut yang diakibatkan penyumbatan saluran empedu.

Pasien merupakan warga Kabupaten Pangkalanbun Kalteng, karena ketidakmampuan rumah sakit di sana, maka sang ayah membawanya berobat ke Banjarmasin.

Reporter : ***
Editor : Didin Ariyadi
Foto : Didin Ariyadi

Pos terkait